Menulis Itu Tak Semudah Membaca

Rabu, 18 Mei 2011

Rokok..



Rokok  adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok. 

1.     Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
2.    Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
3.    Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4.    Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
5.    Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
6.    Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Berikut ini adalah bahaya rokok terhadap kesehatan kita rokok dapat menyebabkan :
·         Kanker pundi kencing, Kanker perut,
·         Kanker usus dan rahim ,
·         Kanker mulut ,
·         Kanker Esofagus,
·         Kanker tekak,
·         Kanker pankrias,
·         Kanker payudara,
·         Kanker paru-paru,
·         Penyakit saluran pernafasan kronik
·         Strok,
·         pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis
·         Penyakit jantung,
·         Kemandulan,
·         Putus haid awal,
·         Melahirkan bayi yang cacat
·         Keguguran bayi,
·         Bronkitis,
·         Batuk,
·         Penyakit ulser peptik,
·         Emfisima,
·         Otot lemah,
·         Penyakit gusi,
·         Kerusakan mata

Itulah beberapa uraian tentang rokok yang saya dapat diinternet saat ini walaupun ini hanya sebagian kecil tapi mungkin ini merupakan inti dari apa itu rokok dan bahayanya buat kesehatan.  Tiba-tiba muncul pertanyaan dibenak sana dan secara kebetulan saya sendiri adalah seorang perokok aktif,  apakah hal-hal diatas dapat menbuat jera para perokok??  “ohhh…todak bisa …!!! (ala Sule..)

Saya kira kita tidak dapat menyederhanakan masalah yang rumit ini semudah kita membalikkan telapak tangan…  Rokok yang pada dasarnya bersifat adiktif (bikin kecanduan) tak akan mudah dihentikan begitu saja hanya dengan memaparkan dampak negative dari rokok itu sendiri.  Sesuatu yang telah lama kita lakukan akan menjadi suatu kebiasaan baru baik itu dalam hal positif maupun negatif, begitu pun dengan rokok.

Sewaktu  kecil, kadang kita sering melakukan suatu kebiasaan yang “aneh” dan parahnya itu terbawa sampai kita remaja, dewasa dan kadang sampai tua.  Misalnya : ada seorang anak yang terbiasa mengisap jempolnya ketika dia tertidur, ngupil tak kenal waktu dan tempat atau pun anak yang suka mengambil uang dari dompet/laci orang tuanya.  Tentu hal ini tak bisa dianggap sebagai hal yang mudah untuk dirubah malah kadang dianggap sebagai suatu kebiasaan aneh.

Hubungannya dengan rokok??

Pada awalnya perokok  selalu memulai kebiasaan merokoknya dengan alasan coba-coba atau karena rasa ingin tahu yang besar namun berdampak pada kecanduannya terhadap rokok itu sendiri.  Memang kalau kita berfikir ini merupakan sebuah langkah awal yang salah tapi kalau seseorang telah kecanduan maka alasan coba-coba tadi akan pernah dapat mematahkan argument orang yang telah kecanduan.

Sama halnya dengan kebiasaan aneh diatas seperti mengisap jempol pada saat tidur dan mengupil tak kenal waktu dan tempat, itu telah menjadi kebiasaan bagi orang yang melakukannya dan pastinya sangat sulit untuk dia hentikan.  Sama halnya dengan orang yang punya kebiasaan merokok, ketika merokok itu telah menjadi kebiasaannya selama beberapa tahun atau berpuluh-puluh tahun dan tiba-tiba kita menyuruhnya berhenti melakukannya, apakah itu sesuatu yang mudah dan gampang…  Sekali lagi Sule berkata “Oohhh…Tidak Bisa….”.   

Ini adalah sesuatu yang nyata akan merugikan kesehatan serta perekonomian mereka tapi yang namanya kebiasaan pasti susah untuk dihentikan.  Dan parahnya buat mereka perokok aktif, kadang kala mereka tak bisa konsentrasi untuk mengerjakan sesuatu tanpa merokok sehingga ketika ada larangan untuk tidak merokok diruang kerja maka terkadang pekerjaan yang dia kerjakan tidak akan beres akibat tak bisa konsentrasi tapi mungkin buat orang yang bukan perokok itu hanya sugesti dari alam bawah sadar mereka.

Inilah salah satu alasan kenapa para perokok susah untuk meninggalkan kebiasaan merokoknya padahal sudah jelas-jelas sangat merugikan.  Ini bukan alibi untuk mencari pembenaran dari rokok tapi ini hanya pendapat dariku yang merupakan salah satu dari perokok itu sendiri.

Kadang sesuatu yang kita anggap salah buat kita sendiri, belum tentu salah buat orang lain tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.  Sesuatu yang dilakukan secara terus menerus walau itu baik atau buruk akan menciptakan suatu kebiasaan (ability) baru dan yang namanya kebiasaan itu tak akan mudah untuk kita hentikan/rubah seperti membalikkan telapak tangan.  Marilah kita membuka pemikiran kita dan sama-sama saling menghargai kebiasaan masing-masing…  Merubah diri kita sendiri itu adalah sesuatu yang sulit dan merubah orang lain adalah sesuatu yang lebih sangat sulit….
Read More

Sabtu, 14 Mei 2011

Jaga Image

Jaim (ja-im) adalah singkatan  dari kata jaga-image yang merupakan suatu perilaku untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya dengan mengharapkan orang lain menganggap subjek sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang tenang, dan berwibawa. Jaim seringkali bukan merupakan perilaku yang sebenarnya, dalam arti yang positif jaim lebih dimaksudkan pada sikap untuk menjaga perilaku agar tetap tenang dalam menghadapi situasi yang sulit.

Kata jaim sebenarnya tidak termasuk sebagai salah satu kosakata Bahasa Indonesia, ia muncul sebagai bahasa gaul yang digunakan di kalangan remaja. Namun pada penggunaannya kata jaim menjadi semakin umum digunakan bahkan dalam artikel-artikel di media masa.
Banyak orang yang sebel sama orang jaim,,,,,,,jaim dalam arti orang yang senantiasa jaga image alias jaim,,,,! kenapa orang jaim di sebelin ya? kan bagus kalau dia bisa menjaga image nya,menjaga citra diri nya supaya jangan jelek di mata orang lain,nah di situ lang masalah nya .banyak orang yang gengsi nya gak turun atau wibawa nya gak jatuh ,bisa juga di depan cwok yang dia senangi nya seorang gadis tiba-tiba tampil pesona ,padahal kalau di teman-teman nya yang lain kelakuan nya minus banget.

Jadi kita sepakat ya kalau kita benci sama orang yang bermuka dua dan plin-plan begitu ,padahal kalau memang dia ingin citra diri nya baik ,seharus nya itu menjadi akhlak yang di patri dalam diri nya,buakn di buat spontan pada ada maksud tertentu sama orang,but gak selama nya jaim itu jelek ,ada juga jaim yang positif lho,,,,,,!

Contoh kasus ada cwek berjilbab panjang & rapi tapi di jalan dia tertawa sambil ngakak & gak bisa di rem,pas dia sadar bahwa hal itu akan terpengaruh pada image diri nya diri muslimah berjilbab pada umum nya ,dia selalu seger beristiqfar,ada juga cwok yang menolak minum-minuman keras karena dia takut akan ALLAH ,gak perduli image nya di depan geng nya jatuh ,yang penting di depan ALLAH  selalu tetap terjaga.

Sebenarnya image yang terbangun pada diri seseorang itu tergantung bagaimana selama dia bersikap ,dan saat mengambil sikap ,seharus nya orang itu tau mengapa melakukan sikap itu, misal nya nich sikap seorang gadis yang memutus kan untuk tidak berpacaran dia tahu kalau pacaran itu gak ada manfaat nya dan membuka peluang zina (ingat pengertian zina zina nya mata dengan melihat yang haram,zina nya tangan dengan menyentuh yang haram,dsb) kemudian saat tidak berpacaran dia harus menjaga citra diri nya sebagai muslimah yang berakhlak baik gak pacaran itu bagus ,tapi kalau hubungan sama teman-teman gak baik ya sama aja donk....

Nah membangun image positif itu memang susah .harus seiring dengan sikap dengan sikap kita sendiri, kemudain kita  harus  mendasar kan sesuatu jangan yang menurut image orang lain ,tapi ada pandangan yang lebih baik dari atas sana ,kita mati-matian jaga image dalam pandangan orang tapi jika dalam pandangan ALLAH  hal ini tidak berkenan ,justru dosa yang akan kita dapat kan ,ALLAH lah yang paling utama ,di atas pandanagn semua manusia. 

Jadi seorang gadis bersikap lah yang wajar dalam hidup ini akhlak seseorang itu ada dan terpatri dalam diri melalui proses yang panjang ,tidak senantiasa langsung jadi kita pun membutuh kan nya .kepada siapapun dan di manapun kamu berada tunjukan lah sifat baik mu ,karena itu memang ada nya kamu ! dan tentu saja dalam kerangka pada-NYA amien.......

Read More

Profesional...

Awalnya saya selalu menganggap bahwa profesional itu hanya berlaku dalam lingkungan pekerjaan yang mengharuskan seseorang bekerja  sesuai dengan disiplin ilmu ataupun dengan profesi mereka yang sebenarnya… Rasa ingin tahu yang menggrogoti otakku dan mengirimkan stimulus  kejari-jariku untuk mencari makna  dari profesional itu sendiri di google… 

Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Profesional)

Setelah membaca tulisan diatas dari internet, terlintas dikepala saya, apakah ada yang dikatakan profesional dalam berteman atau bersahabat ?? Saya bingung.. ketika orang berbicara tentang kata “profesional” maka yang selalu terlintas dikepala hanya kata “gaji/upah”.  Apakah  ada profesional  yang tak selalu bersinggungan dengan kata “gaji/upah”??  Atau ini karena otak serta pemikiran kita telah diracuni dengan paham materialisme sehingga  melahirkan orang-orang yang materialistis…  apakah kita bisa profesional tanpa mengharapkan upah atau balasan dari apa yang kita kerja..??? bagaimana dengan konsep “ikhlas” itu sendiri??  Kalau tidak salah..ikhlas itu artinya membantu atau bekerja tanpa mengharapkan imbalan apa-apa…

Mungkin bukan itu yang menjadi alasan kuat buat saya untuk menulis sekarang, membahas tentang profesional dalam bekerja atau membahas lebih dalam tentang keikhlasan itu sendiri tapi mungkin lebih kepada bagaimana kita bisa profesional dalam interaksi sosial atau mungkin lebih kewilayah profesional dalam berteman/bersahabat antara pria dan wanita (cowok-cewek).

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membantu tulisan yang mengatakan bahwa “tak akan ada persahabatan antara pria dan wanita yang abadi, tak akan ada persahabatan antara  seorang pria dan wanita yang betul-betul murni tanpa ada perasaan cinta atau pun sayang”.  Kemudian saya berusaha mencernanya dalam otak dangkalku ini, memilah kata demi kata serta mengulang redaksi kata-katanya hingga beberapa kali, dan berujung pada stigma awal tentang persahabatan itu sendiri.  Saya pun tak mau dikatakan “onani intelektual” dengan tetap berusaha mencari celah bahwa statement itu tidak berlaku terhadap saya..

Setelah berusaha mereview kembali  story ku dengan teman-temanku atau pun yang dikatakan sebagai sahabat (pria-wanita), saya berkesimpulan bahwa tidak semua hal itu benar, mungkin tergantung dari orangnya saja…  Dalam kurun waktu 7 tahun ini, saya telah banyak berteman ataupun ada yang menjadi sahabat, dan tak bisa dinafikkan bahwa kedekatan atau pun persahabatan antara pria dan wanita sangat rentan di “racuni” oleh perasaan cinta dan sayang.  

Sebagai salah satu contoh real, banyak  terjadi disekitar kita sebuah persahabatan harus berakhir dengan kisah asmara, sehingga menimbukan  momok menakutkan buat pasangannya sendiri (pacar).  Karena terlalu seringnya terjadi, jadi tidak salah kalau banyak novel atau pun cerita bahkan film yang menceritakan tentang bagaimana persahabatan itu berbaur dengan perasaan cinta dan berujung kepada kisah asmara…   Terus bagaimana dengan pacar mereka (kalau ada) ?? 

Selalu menjadi bahan pertengkaran dalam suatu hubungan (pacaran) ketika salah satu dari mereka atau pun keduanya punya sahabat akrab yang berlainan jenis kelamin…  Cemburu akan menjadi pemicu dari semuanya dan mulai dari sinilah pertengkaran itu dimulai kemudian sisa menunggu sumbu yang terbakar itu sampai kegudang senjata dan meledak… memporak-porandakan hubungan yang selama ini mereka bangun.  Sehingga jangan heran ketika pacar si cewek benci ke sahabat pacarnya (cowok) dan begitu pun sebaliknya… 


Tapi ini bukan harga mati dari sebuah hubungan yang dikatakan persahabatan, banyak dari mereka juga berhasil mensinergikan antara hubungan asmara mereka dengan persahabatan.  Tak heran ketika pacar kita akrab dengan sahabat kita yang notabenenya berlainan jenis kelamin  dengan  kita dan begitupun sebaliknya menjadi akrab layaknya saudara.  Bagaimana dengan persahabatan yang terbangun dalam situasi sama-sama tak mempunyai pasangan (pacar) ??? apakah juga akan berpeluang menjadi cinta?? 

Bagaimana ketika muncul perasaan sayang atau pun cinta kepada sahabat kita sendiri?? bukankah cinta itu murni dan suci serta tak bisa memilih??  Apakah itu salah atau merusak nilai persahabatan itu sendiri?? Love is Blind (cinta itu buta), itulah kata-kata pujangga yang sering kita dengar dulu hingga sekarang  sehingga memberi ruang bebas seluas-luasnya kepada “cinta” untuk bisa singgah dimana pun dia rasa pantas. Kalau pun seseorang bertanya  kepada saya tentang hal ini, mungkin saya juga bingung mau memberikan jawaban seperti apa.  Setiap orang punya karakter serta sifat yang berbeda-beda dan pastinya dalam hal tingkah laku juga berbeda jadi semua orang bebas mau tafsirkan atau mengartikan ini sebagai apa. 

Mungkin jawabannya akan kembali ke judul dari tulisan ini.. “PROFESIONAL” .  jadi janganlah kita hanya melihat bahwa profesional itu hanya berkutat diwilayah dunia kerja atau pun selalu bersinggungan dengan materi/gaji/upah  karena ada juga sisi dimana teori tersebut tidak berlaku.  Menolong sahabat (pria-wanita)  tanpa pamrih saya rasa adalah salah satu contoh bagaimana kita bersikap profesional dalam bersahabat. Menjaga ritme persahabatan itu tetap pada koridor persahabatan itu sendiri saya rasa bukanlah pekerjaan mudah, dibutuhkan kedewasaan dalam berfikir dan bertingkahlaku serta konsisten dalam menjalaninya.  

PROFESIONAL DALAM BEKERJA, BERTEMAN DAN  BERSAHABAT
Read More

Sabtu, 07 Mei 2011

You


You did it again
You did hurt my heart
I don't know how many times
You... I don't know what to say

You've made me so desperately in love
and now you let me down
You said you'd never lie again
You said this time would be so right
But then I found you were lying there by her side

You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach my self again

You.. Successfully tore my heart
Now it's only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I've been trying to understand
You know i'm trying i'm trying
You.. I don't know what to say
You've made me so desperately in love
and now you let me down
Read More

Minggu, 01 Mei 2011

MisInterpretasi Perasaan…


Interpretasi atau penafsiran adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan). Menurut definisi, interpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan. Jika suatu objek (karya seni, ujaran, dll) cukup jelas maknanya, objek tersebut tidak akan mengundang suatu interpretasi. Istilah interpretasi sendiri dapat merujuk pada proses penafsiran yang sedang berlangsung atau hasilnya.

Suatu interpretasi dapat merupakan bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau berbagai bentuk bahasa lainnya. Makna yang kompleks dapat timbul sewaktu penafsir baik secara sadar ataupun tidak melakukan rujukan silang terhadap suatu objek dengan menempatkannya pada kerangka  pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas.

Interpretasi adalah suatu proses untuk menyederhanakan ide-ide atau issu-issu yang rumit dan kemudian membaginya dengan masyarakat awam/umum.  Suatu interpretasi yang baik adalah suatu interpretasi yang dapat membangun hubungan antara audiens dengan obyek interpretasi. Apabila dilakukan secara efektif, interpretasi dapat digunakan untuk meyakinkan orang lain, dapat mendorong orang lain untuk merubah cara berpikir dan tingkah laku mereka.

Tujuan interpretasi biasanya adalah untuk meningkatkan pengertian, tapi kadang, seperti pada propaganda atau cuci otak, tujuannya justru untuk mengacaukan pengertian dan membuat kebingungan.

Itulah pengertian dari interpretasi, saya pun tidak terlalu memahami secara mendalam karena substansi dari apa yang saya akan tulis malam ini bukan tentang apa pengertian serta teori-teori tentang itu tapi lebih ke wilayah kesalahan menafsirkan perasaan.  Kira-kira apa penyebab dari kesalahan menafsirkan perasaan orang lain kepada kita ataupun perasaan kita keorang lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini, terkadang banyak dijumpai disekitar kita seorang pria salah menafsirkan perasaannya kepada seorang wanita dan begitu pun sebaliknya.  Mungkin karena perhatian yang berlebihan dari lawan jenis tersebut atau hanya karena tingkat percaya diri yang terlalu tinggi sehingga ketika mereka diperhadapkan pada kenyataan yang sebenarnya, muncul perasaan kecewa seakan tidak bisa menerima kenyataan yang ada dihadapannya.

Kekecewaan terhadap kenyataan tersebut akan menimbulkan efek negative pada perkembangan psikologi seseorang, dapat menyebabkan orang tersebut minder bergaul, rasa percaya diri yang rendah serta takut untuk menatap kehidupan selanjutnya didunia nyata.  Tapi disisi lain, banyak pula orang yang menganggap bahwa misinterpretasi perasaan adalah sesuatu yang biasa saja sehingga ketika diperhadapkan lagi pada situasi seperti itu maka dia akan menghadapinya dengan tenang dan akhirnya dia bisa menagmbil hikmah dari peristiwa tersebut.

Contoh yang paling sering kita temui dalam kehidupan  adalah antara remaja pria dan wanita.  Telah lama berteman dan seringkali jalan bersama dapat mengakibatkan perasaaan satu sama lain diantara mereka  bisa tumbuh dengan subur sehingga menimbulkan benih-benih cinta diantara mereka atau pun hanya salah satu diantara mereka.  Seiring berjalannya waktu, ada salah satu dari mereka merasa bahwa perhatian serta kebaikan yang dia dapatkan merupakan salah satu wujud dari rasa cinta atau pun sayang dari teman dekatnya tersebut, sehingga dia memberanikan diri menyatakan perasaan kepadanya.

Alhasil ternyata kenyataan yang dia dapat tak seperti harapannya selama ini, teman dekatnya tersebut menyatakan bahwa selama ini perhatian serta kebaikan dirinya hanya sebatas teman atau sahabat dan otomatis dia akan patah hati.  Kalau pun  dia bisa berfikir dan bertindak secara dewasa maka dia akan menghadapinya dengan senyuman tapi bagaimana dengan orang yang tidak siap menerima kenyataan tersebut..  Malu, minder serta hilangnya rasa percaya diri adalah jawabannya sehingga mengorbankan rasa persaudaraan serta persahabatannya selama ini.

Mungkin hanya sedikit diantara kita bisa menghadapinya dengan rasional tapi mudah-mudahan ini merupakan langkah awal menuju ke kedewasaan berfikir dan bertingkah laku.  Banyak orang dan mungkin semua orang bisa dewasa dalam berfikir tapi hanya segelintir atau pun hanya secuil dari kita yang bisa mengkolaborasikan antara kedewasaan dalam berfikir serta bertingkah laku.

Teringat akan kata-kata dari seorang sahabat yang pernah mengalaminya dan dia hanya berpesan “Profesionallah dalam berteman, jangan sekali-kali kamu berusaha mencampurkan rasa sayang serta cintamu dalam berteman karena itu tak akan pernah menyatu bagaikan air dan minyak malah akan menyebabkan semuanya hancur begitu saja bagaikan setitik nila menghancurkan susu sebelanga..”

Terlintas dibenakku…mungkin tidak salah juga pemikiran sahabatku ini tapi semuanya tergantung dari kita masing-masing dalam menafsirkan serta mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata..
Read More

Sabtu, 23 April 2011

Posesif

Seperti teringat kembali akan sesuatu akhir-akhir ini saya menemukan kata posesif, saya mencari-cari arti dari kata itu dan membuatku termenung dan berfikir kembali. Dalam kamus bahasa Inggris arti posesif adalah; Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia secara umum berarti Posesif adalah suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang.

Masih ingat dengan lagu berjudul Posesif yang dinyanyikan oleh Naif? Di video klip lagu tersebut terpampang Afy (waria) sebagai bintangnya. Mungkin saja benar teori tentang posesif yang sangat berlebihan pada umumnya terjadi di kalangan kaum homoseksual. Sehingga Afy mungkin bisa mewakili arti posesif itu sendiri.  Sebut saja beberapa tragedi seperti Gianni Versace (perancang busana ternama) yang konon ditembak mati oleh pacarnya. Ada juga ‘pemain lokal’ yang tidak kalah hebohnya karena sempat menghiasi seluruh headline media cetak maupun online, yaitu Ryan (yang lebih dikenal dengan: Jagal dari Jombang). Ia didakwa melakukan pembunuhan sadis (mutilasi) karena “pacar”nya yang dirayu untuk menemai tidur oleh korban.

Namun bukannya tidak mungkin jika kaum heteroseksual juga seringkali menjadi posesif. Pacar diidentikan dengan teman yang sifatnya istimewa. Tidak salah juga sih memperlakukan pacar berbeda dengan teman lainnya. Seperti misalnya perhatian ekstra, perlindungan, dan kasih sayang. Dengan demikian, secara otomatis rasa cemburu pasti datang ketika pacar berdekatan mesra dengan lawan jenis. Bagi sebagian orang yang tidak dapat menahan rasa cemburu, biasanya sikapnya akan berubah menjadi kalap dan malahan berbuat kasar meluapkan amarah. Inilah yang disebut posesif.

Kata itu mengingatkan saya suatu hal dan membuatku tersenyum. Saya berfikir bukan hanya manusia saja yang punya sikap itu, tapi Tuhan juga. Dia mempunyai sikap posesif kepada umat-Nya untuk menyembah-Nya, beribadah, dan berbuat baik pada sesama. Jika tidak dituruti maka pasti ada ganjarannya. Namun, ada perbedaan yang sangat jelas. Tuhan yang punya Super Posesif (karena memang kedudukannya) dan kita sebagai manusia masih mempunyai pilihan (kehendak bebas) untuk memilih. Sedangkan manusia, sikap posesifnya terhadap sesuatu terutama seseorang cenderung tidak punya pilihan dan sisi negatif yang muncul.

- Posesif dalam Suatu Hubungan Manusia

Mengucapkan kata posesif saya jadi teringat lagu Naif dengan judul yang sama dan juga cerita-cerita di film dan sinetron, atau curhat2 teman. Perlu disadari oleh kita, mungkin kita pernah bersikap posesif pada siapapun termasuk saya juga. Coba kita ingat-ingat tentang masa lalu. Pasti ada dan yang menjadi pertanyaan adalah sampai dimana kadar atau ukuran posesif itu.

Banyak yang menilai sikap posesif adalah suatu sikap yang negatif, cenderung merugikan orang lain dan bahkan diri sendiri. Jika saya bersikap posesif pada orang lain, maka dalam hatiku akan terpendam rasa tidak percaya diri, kecurigaan, berprasangka buruk, membenci, dan rasa yang lain yang akan mengotori hati kita yang. Jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan untuk mengotori sikap dan prilaku kita secara fisik sebagai manusia (hahahaha.. kayak psikiater saja).

Bagi orang yang diposesifi, dia akan merasa tidak nyaman, terkungkung, pelanggaran privasi, dan lainnya. Namun, orang yang diposesifi dan yang memposesifi punya kadar dan ukuran sendiri dalam menilai dan melihat dari sudut pandang tertentu. Walau menurut mereka ada yang mengatakan itu baik (sebenarnya yang mereka maksud itu adalah sikap memberikan perhatian dan bukannya posesif), sikap perhatian yang berlebihan (posesif) bagi yang merasakan prilaku tersebut sangat tidak nyaman atau menentang dan terkesan mengekang.

Contoh dari sikap posesif itu diantaranya; terlalu banyak mengatur, banyak bertanya hingga detil serta cenderung mengintrogasi, dan kuatnya unsur kecurigaan dalam diri. Hal itu dilakukan karena adanya sikap tidak merasa percaya diri pada diri sendiri, takut kehilangan, dan keinginan untuk memiliki yang terlalu kuat dan bahkan keinginan untuk mengekang.

Lalu, apa hubungannya posesif dengan hubungan Cinta antar manusia? Biasanya sikap posesif itu timbul dari hubungan antar manusia karena adanya rasa cinta yang sangat terlalu kuat (biasanya salah satu dari pasangan itu). Apakah salah untuk mencintai seseorang dengan kuat? Apakah benar demikian? Lalu saya berfikir jika yang menjadi korban adalah “Kebebasan” diri, apakah hal itu juga bagian dari mencintai seseorang yang tulus. Jika hal itu terjadi, ada pertanyaan yang harus dijawab. Apakah aku mencintai seseorang secara fisiknya atau hatinya? Manakah yang lebih penting? Saya tidak mau mengorbankan “Kebebasan” orang lain, saya pasti memilih mencintai seseorang karena hati.

Lalu bagaimana dengan hubungan persahabatan kita dengan orang lain? Adakah sikap posesif itu? Sebenarnya antara hubungan persahabatan dengan hubungan kekasih itu hanya dibatasi garis tipis. Satu-satunya hal yang menjadi perbedaan adalah masalah hati dan status (berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan kasih misalnya; berpacaran, bertunangan, dan menikah).
 
Sikap posesif yang diperbolehkan (menurut ilmu hubungan antar manusia) adalah hanya dalam konteks “Menasehati.” Menasehati sepanjang apa yang dilakukan pasangan kita itu tidak menyalahi aturan yang ada dalam norma susila dan agama serta saling menghormati. Tapi setiap manusia punya hak azasi untuk menentukan bagaimana cara dia untuk bertindak. 

“Cinta akan berkembang jika kita merawat dan memupuknya secara wajar serta membiarkannya tumbuh dengan sendirinya sesuai kekuatan yang diberikan oleh kasih sayang dan Cinta dari Tuhan.” 


Read More

Jumat, 22 April 2011

Warna Persahabatan...

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar.
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik, yang paling penting, yang paling bermanfaat dan
yang paling disukai

-HIJAU berkata:”Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas…”

-BIRU menginterupsi:
“Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa”

-KUNING cekikikan:
“Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan.”

-ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
“Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun d ari kalian
akan terbetik di pikiran orang.”

-MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
“Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy.”

-UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
“Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para
Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan me nuruti kehendakku.”

Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
“Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin.”

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
“WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!”
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata:
“Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok.”
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBE RIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ….

Persahabatan itu bagaikan pelangi:

Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.
Read More

© 2011 Immank's Blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena