Menulis Itu Tak Semudah Membaca

Sabtu, 12 Maret 2011

Kampus dan Mahasiswa (dalam perspektif kemong)

Lingkungan kampus yang menawarkan konsep pengajaran serta metode dalam penerapan disiplin ilmu yang mahasiswa dalami menimbulkan paradigma yang berbeda pula dalam aplikasi kehidupan  para civitas academika dikampus merah itu.  Selain itu perbedaan karakter diantara mahasiswa yang majemuk serta ability yang terbangun dan terbawa dari pengaruh sukuisme yang mereka anut membuat jurang pemisah diantara para mahasiswa tersebut.

Seperti biasanya, mahasiswa pada sibuk dengan rutininas mereka masing-masing, walaupun ada beberapa dintara mereka masih tetap bergerombol/berkelompok seperti binatang ternak yang diberi makan oleh peternak.  Tanpa disadari, sebenarnya ada beberapa model mahasiswa yang secara tidak sengaja terbangun dipergaulan kampus secara umum, mungkin seperti organisasi kecil walaupun mereka enggan dikatakan sebagai organisasi kecil malahan mereka lebih senang dikatakan sebagai kumpulan orang yang mempunyai hobbi serta minat yang sama terhadap sesuatu.

Walaupun sebenarnya kumpulan mereka itu sama halnya dengan organisasi yang biasa diartikan oleh beberapa orang cerdas (mungkin..) dengan defenisi sebagai kumpulan 2 orang atau lebih yang mempunyai visi dan misi yang sama dan berupaya mencapai tujuan yang sama.  Masih teringat dengan jelas dibenakku ketika pemateri memaparkan materi tentang keorganisasian pada saat saya mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan, ketika itu saya masih duduk dibangku kelas 3 SMP (Tsanawiyah).

Ada beberapa model mahasiswa yang saya dapati dikampus merah itu dan mungkin disemua kampus dinegeri ini.  Yang pertama model mahasiswa yang paling menonjol diantara mahasiswa lainnya yaitu mahasiwa yang berkumpul karena kesukaan mereka terhadap mode.  Kebanyakan dari mereka tampil dengan riasan makeup yang tebal, parfum yang baunya bisa tercium disepanjang koridor ruang kuliah serta pakaian yang lagi ngetrend pada saat itu.  Mereka kebanyakan cantik/manis tapi ada juga diantara mereka yang punya tampang pas-pasan cuma dibalut dengan makeup yang tebal jadinya kelihatan agak cantik mungkin.  Pembicaraan mereka tak lepas dari masalah seputar fashion, tren yang lagi naik daun dan gossip seputar selebriti.  Hobby nyalon (salon) serta shopping (belanja) merupakan agenda wajib mereka tiap bulan malah tiap minggu. Tubuh seksi dan dibalut dengan pakaian ketat membuat mata para mahasiswa termanjakan bagai pemandangan indah ketika mereka jalan dikoridor kampus.

Yang kedua adalah model mahasiswa organisatoris, dari namanya saja kita mungkin sudah bisa membayangkan model mahasiswa ini kecuali buat mereka yang betul-betul bodoh.  Dari pandangan pertama saya sudah bisa mengetahui tipikal mereka dilihat dari model pakaian, tampang, rambut serta apa yang mereka bicarakan.  Rambut gondrong tidak terurus (mau lurus ataupun geriting ), kaos oblong dan kemeja kusut serta celana jeans warna acak (luntur maksudnya) dengan sedikit ventilasi (sobek didaerah lutut) dan tak lupa sandal jepit buntut setia menjadi alas kakinya.   Aroma tak karuan keluar dari badan mereka yang jarang tersentuh oleh air dingin dipagi hari serta agak sensitive dengan yang namanya parfum.  Kalau mahasiswa hedonism mempunyai tempat ngumpul dikafe atau dimall, mereka malah sering dikantin “mace-mace” ataupun diwarung kopi.  Pembahasan mereka tak jauh dari kebijakan pemerintah/birokrasi kampus, program kerja organisasi dan filsafat.  Posisi strategis dalam ruang kuliah adalah kursi paling belakang, terkesan anti globalisasi serta pengaruh budaya barat yang masuk kenegara ini tapi maaf kebanyakan dari mereka terkesan tidak cerdas diakademik dan hobbi demonstrasi selain itu IPK 3.0 kebawah dan lama kuliah maksimal 7 tahun.

Yang ketiga adalah model mahasiswa akademisi dan mungkin paling sering dijumpai dikalangan kampus.  Mereka kebanyak rapi dengan kemeja serta menggunakan sepatu setiap mengikuti aktifitas perkuliahan serta terkesan tidak gaul (sedikit dari mereka).  Tak banyak jalan serta jajan, pakaian, bau, penampilan dan pergaulan mereka standar, pembahasan yang selalu jadi bahan pembicaraan mereka tak jauh-jauh dari mata kuliah.  Tempat ngumpul kebanyakan diruang kuliah, perpustakaan serta labolatorium untuk mahasiswa exact.  Dekat dengan dosen  dan sering menjadi asisten pada mata kuliah  dan dilabolatorium dan paling anti terhadap mahasiswa organisatoris (biasanya sih…).  Paling rajin mengisi bangku paling depan dan rajin bertanya ketika menjelang berakhirnya mata kuliah.  Kadang disebut mahasiswa KPK (kampus, perpustakaan dan kamar), IPK min 3.0 serta bisa sarjana kurang lebih 4 tahun.   

Yang keempat adalah mahasiswa pecinta mushallah.  Aktif memberikan ceramah ataupun nasihat.  Tempat nongkrong dimasjid kampus ataupun mushallah fakultas dan yang paling menonjol adalah dari segi pakaian mereka.  Terkesan seperti uztas/penceramah, pakai gamis serta celana kain yang mungkin agak diatas mata kaki mereka dan untuk perempuannya mengenakan jilbab besar dan baju terusan, memilih warna gelap dan kadang menggunakan cadar.  Mengedepankan urusan akhirat ketimbang duniawi mereka yang hanya sementara (kurang lebih seperti itulah..)

Yang kelima adalah mahasiswa yang bukan pecinta mode/gaul, bukan juga organisatoris, bukan akademisi apalagi mahasiswa alim (anak mushallah).  Saya pun kadang bingung mengamati model mahasiswa ini karena tidak ada identitas yang betul melekat dari mereka mulai dari pakaian, pola pikir serta kebiasaan mereka dikampus.  Mungkin merekalah yang kadang disebut dengan mahasiswa abu-abu.

Sebenarnya masih ada 1 model mahasiswa yang belum saya sebutkan, mungkin karena saya belum pernah mendapatkannya dikampus saya ataupun dikampus teman-teman saya diluar sana.  Dan inilah model mahasiswa ideal nan perfect yaitu mahasiswa yang menggabungkan semua model kecuali yang keempat dalam 1 sosok mahasiswa.  Ciri-ciri : tampan/cantik, gaul (uptodate masalah fashion), berpenampilan rapi dan cool, cerdas akademik serta organisasi (asisten dosen serta menjadi ketua organisasi), IPK 3.5 keatas serta bisa sarjana dalam waktu 3.5 sampai 4 tahun. Kalau ada model mahasiswa yang seperti ini, mungkin 1 diantara 10.000 dan itupun ada setiap 50 tahun sekali (hahahaha…)

Atau mungkin sosok ideal ini adalah saya sendiri ??? hmmm…mungkin saja sih..dan mudah-mudahan saja..(ngarep..)

0 comments:

Poskan Komentar

© 2011 Immank's Blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena